“Student of the month” di sekolah Indonesia, meskipun bukan orang Indonesia

シェアしていただけると嬉しいです!

Akhirnya anak saya Riko mendapat hadiah dari Sekolah, yaitu “Student of the month” di kelasnya!!

Sekolah di Jepang? Bukan, sekolah di Indonesia. Anak saya berdua pindah ke Indonesia, sesudah lulus TK di Jepang. Sesudahnya lansung ke SD di Malang, Jawa Timur.

Foto ini buktinya hadiah dari Sekolah untuk anak saya Gota, adik Riko, yang pada tahun lalu.

Tapi kalau Riko, tidak sempat mendapat hadiah seperti ini, sehingga putus asa. Kenapa? Karena kurang PD.

Riko sering berkata kepada saya, “Murid2 di sini semuanya orang Indonesia, tapi aku bukan. Aku kurang kemampuan bahasanya. Tidak mungkin dapat Student of the month, iya kan?” begitu saja. (dalam bhs Jepang)

Akan tetapi, saya dan istri saya tetap percaya dan mendorong Riko, itu bukan dari kewarganegaraan, tapi pasti dari usahanya. Mental keberusahaan bisa mengalahkan kemampuan dari kelahiran. Kemampuan kelahiran tidak selalu memenangkan kemampuan usaha rajin, begitu saja.

Riko berkata “Oh begitu? Saya juga bisa menjadi nomor satu di kelas?”, saya jawab “Pasti lah.”

Akhirnya, Riko mendapat hadiah “Student of the month”.

Pada bulan lalu, Riko dipuji oleh guru, karena mendapat 100 point di ujian mata pelajaran “bahasa Indonesia”. Menurut Riko, guru berkata di kelas, “Riko bisa dapat 100 point dalam bahasa Indonesia, meskipun bukan orang Indonesia”. Semua murid bertepuk tangan katanya.

Menurut pendapat saya, di bidang apa saja, mental rajin itu penting. Walaupun tidak berhasil, pasti ada pelajaran untuk masa depan. Berhasil atau gagal itu tidak selalu penting. Yang penting, bisa memahami atau tidaknya pesan2 dari Tuhan. Kegagalan juga salah satu bahan pelajaran dari Tuhan. Iya kan?

Congrats Riko! dan Terima kasih Tuhan.

Ini ucapan terima kasih dari istri saya di Facebok.

Hiroaki Samsi Watanabe,

スポンサーリンク

あわせて読みたい関連記事




スポンサーリンク







シェアしていただけると嬉しいです!

フォローする

スポンサーリンク